RAJA SERAYU HANDYCRAFT

Sukses Berkat Kegigihan

Potensi menggeliatkan usaha kerajinan tangan terlebih di Indonesia, selalu terbuka lebar. Asalkan kita mau melihat peluang dan berusaha keras untuk menjalaninya. Itulah sedikit gambaran dari apa yang pasangan asal Maos, Cilacap, Jawa Tengah, Tonik Sudarmaji dan Euis Rohaini, buktikan.

Di tengah keterpurukan usaha yang telah dirintis pada 2005 silam, pasangan tersebut tak mau menyerah begitu saja. Gagal menjalankan konveksi akibat tertipu rekan bisnisnya, Tonik dan Euis kemudian melirik usaha lain yang dianjurkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat.

Pada awal kebangkitan mereka, Tonik dan Euis mencoba mengkreasikan batik Cilacap yang memang memiliki keunikan dan sudah ada sejak dulu. Batik ciptaan mereka diberi nama Raja Mas. Sempat menjadi pelengkap busana pemerintah kabupaten, batik Raja Mas kemudian melanglang buana ke mancanegara. Pada 2009, batik Raja Mas sudah mengikuti pameran ke berbagai negara, mulai dari negara-negara di Asia, Turki, Jerman, Spanyol, Inggris, Belanda, Swiss, Italia, hingga Rusia.

Tak berhenti sampai di situ, melihat pasar mancanegara yang baik untuk mengembangkan usaha kerajinan lokal, Tonik dan Euis melakukan diversifikasi usaha. Sembari menjajakan batik, mereka juga mulai melihat potensi kerajinan anyaman sebagai produk baru. Maka lahirlah Raja Serayu. Produk kerajinan tangan yang ditawarkan beragam, mengombinasikan antara anyaman bambu dengan material tekstil dan batik khas Cilacap.

Di tempat usahanya, Tonik dan Euis dibantu oleh sekitar 20 orang karyawan. Namun kalau mitra kerja, jumlahnya ratusan, terutama untuk urusan kerajinan. Raja Mas dan Raja Serayu memilih mengembangkan kewirausahaan sosial agar usaha kecil para mitranya juga bisa sama-sama maju

RAJA SERAYU HANDYCRAFT

Penatusan Timur No. 261
RT09/RW01 Desa Maoskidul
Kecamatan Maos
Kabupaten Cilacap
Jawa Tengah, Indonesia

More information,
click here