SKAYSA ACCESSORIES
Aksesori Etnik Khas Bali
Di Bali kita banyak menemukan aksesori berbentuk perhiasan kalung, gelang, hingga anting-anting yang dijajakan sebagai suvenir. Aksesori tersebut selalu menjadi primadona, baik bagi turis lokal maupun mancanegara.
Apa yang membuatnya menarik? Perhiasan etnik Bali menawarkan aneka rancangan manik-manik yang cantik sebagai pelengkap penampilan. Manik-manik ini bisa sangat rumit bentuknya, seperti bentuk tetesan air mata atau desain abstrak modern. Semakin menarik karena umumnya aksesori itu ditawarkan dengan harga yang ramah di kantong. Tak heran jika para turis yang datang ke Bali akan membawa pulang aksesori tersebut sebagai cendera mata dan kemudian membuatnya jadi salah satu produk Indonesia yang menembus pasar dunia.
Aisyah Abdullah melalui merek Skaysa adalah salah satu produsen aksesori ini. Usahanya sudah dirintis sejak 1981, berawal dari kecintaannya terhadap pernak-pernik kerajinan tangan yang sudah mulai ia geluti sejak duduk di bangku SMA di Yogyakarta.
Kisah bermula saat Aisyah mencoba masuk ke pasar wisata di Bali. Responsnya waktu itu ternyata luar biasa. Para wisatawan membeli kreasinya dalam jumlah banyak untuk kembali dijual di luar negeri dengan sistem business to business (B2B). Berkat ketekunannya, aksesori Skaysa kemudian berhasil menembus kota-kota besar dunia, seperti Perth, Sydney, Dubai, Jeddah, Paris, dan Amsterdam.
Dalam mengembangkan bisnisnya, Skaysa mempekerjakan ibu-ibu rumah tangga di daerah Jawa Tengah. Ini juga menjadi bentuk usahanya dalam tugas memberdayakan masyarakat. Meskipun usahanya sempat terdampak oleh situasi pandemi COVID-19, tetapi perlahan Skaysa mulai bangkit dan membangun kembali pasarnya di dalam dan luar negeri.
SKAYSA ACCESSORIES
Pasar Mayestik Lantai Dasar
Blok A. No 27 – 28
Jl. Tebah, Jakarta Selatan
Indonesia